Berikut adalah ringkasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Konawe untuk periode 2025–2029:
1. Filosofi dan Visi Pembangunan
Rencana pembangunan ini didasarkan pada filosofi “Membangun Desa, Menata Kota”. Filosofi ini menekankan penguatan struktur sosial-ekonomi di pedesaan sebagai basis kehidupan, sembari menata perkotaan sebagai pusat pelayanan dan pertumbuhan.
Visi: “KONAWE YANG BERDAYA SAING, SEJAHTERA, ADIL DAN BERKELANJUTAN”,.
Misi Utama (6 Misi):
- SDM Unggul: Meningkatkan kualitas SDM melalui pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan berkualitas.
- Ekonomi Berdaya Saing: Mengembangkan potensi lokal dan inovasi teknologi (pertanian/industri).
- Tata Kelola Pemerintahan: Mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan partisipatif.
- Sosial Budaya: Memperkuat ketahanan sosial budaya dan kerukunan umat beragama.
- Lingkungan Hidup: Menerapkan pembangunan berkelanjutan.
- Infrastruktur Merata: Pemerataan infrastruktur antara desa dan kota untuk mengurangi kesenjangan.
2. Isu Strategis dan Tantangan
Pembangunan 5 tahun ke depan difokuskan untuk mengatasi masalah utama:
- Kualitas SDM: Masih rendahnya rata-rata lama sekolah, tingginya stunting, dan kematian ibu/bayi,.
- Kesejahteraan: Angka kemiskinan dan pengangguran yang masih menjadi tantangan di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
- Ketimpangan Ekonomi: Ketergantungan tinggi pada sektor pertambangan/industri nikel, sementara sektor pertanian perlu hilirisasi.
- Infrastruktur: Kondisi jalan rusak, akses air bersih belum merata, dan adanya kawasan kumuh.
- Lingkungan: Risiko bencana tinggi (banjir/longsor) dan emisi gas rumah kaca yang tinggi akibat deforestasi.
3. Strategi Pengembangan Wilayah (Klasterisasi)
Konawe membagi wilayahnya menjadi 3 klaster pengembangan utama untuk mengoptimalkan potensi,:
- Klaster Industri, Penyangga Perkotaan & Pariwisata: (Kec. Morosi, Bondoala, Soropia, dll). Fokus pada kawasan industri nikel, pelabuhan, logistik, dan wisata bahari.
- Klaster Perkotaan & Hilirisasi Pertanian-Perkebunan: (Kec. Unaaha, Wawotobi, Lambuya, dll). Fokus pada pusat administrasi, lumbung pangan (padi/jagung), dan agropolitan.
- Klaster Pertambangan & Kawasan Lindung: (Kec. Routa, Puriala). Fokus pada pertambangan berkelanjutan dan konservasi hutan/lingkungan.
4. Tahapan Pembangunan (Milestone)
Pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan fokus tahunan:
- 2026: Fokus pada SDM (Pendidikan dan Kesehatan).
- 2027: Fokus pada Ekonomi (Potensi lokal dan inovasi teknologi).
- 2028: Fokus pada Tata Kelola Pemerintahan dan Sosial Budaya.
- 2029: Fokus pada Lingkungan Hidup dan Pemerataan Infrastruktur.
- 2030: Perwujudan Visi Konawe yang Berdaya Saing dan Sejahtera.
5. Program Prioritas Unggulan
Beberapa program kunci yang dicanangkan meliputi:
- Ekonomi & Pangan: Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan "Merah Putih", hilirisasi produk pertanian, dan pengendalian inflasi,.
- Kesehatan: Layanan persalinan gratis, "jemput bola" layanan kesehatan (mobile), dan penurunan stunting.
- Pendidikan: Pemberian beasiswa (Konawe Cerdas), seragam gratis, dan revitalisasi sarana sekolah.
- Infrastruktur: Pembangunan jalan usaha tani, SPAM regional (air bersih), dan dukungan program 3 juta rumah.
- Digitalisasi: Penerapan Smart Konawe dan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
6. Strategi Pendanaan
Untuk membiayai rencana ini, Konawe tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga mengoptimalkan:
- Dana Transfer Pusat (DAU, DAK).
- Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek besar seperti pelabuhan dan air bersih.
- Dana CSR perusahaan tambang/industri untuk vokasi dan pemberdayaan masyarakat.
- Optimalisasi PAD melalui transformasi BUMD menjadi Perseroda yang profesional,.